Nepal Trip (1) Persiapan, Itinerary, The Beginning.

Nepal. Never thought that I’d fall in love with this country. With it’s modest yet powerful charm, unexpectedly, I just fell, effortlessly, happily. 

Semua berawal dari ajakan lewat WhatsApp di bulan April, “Ras, mau ke Nepal ngga Oktober, soalnya booking dari sekarang.” Hmm, dipikir-pikir boleh juga nih. Dan kemudian dimulailah langkah awal persiapannya.

Sebenarnya sebelum ini tidak terlintas untuk pengen ke Nepal. Berhubung kesempatannya datang, ya harus dimanfaatkan sebaik mungkin toh? Jadilah mulai baca-baca tentang persiapan untuk ke sana dan tanya-tanya teman yang sudah pernah ke sana. Di sini konteks ke Nepalnya adalah perjalanan untuk trekking, padahal sebenarnya saya juga bukan tipe pecinta alam yang hobi naik gunung, malah sesungguhnya belum pernah beneran naik gunung di Indonesia. Haha.

Berhubung perjalanan trekking di sana bukan perjalanan yang bisa disebut ringan, jadi persiapan pun harus serius sebelum berangkat ke sana. Dari beberapa artikel yang dibaca, ada yang latihan rutin jogging ngelilingin lapangan bola sepuluh kali, dan sebagainya. *Glek*. Padahal dulu pas kuliah, lari keliling lima kali lapangan bola aja udah megap-megap, lah ini keliling sepuluh kali, rutin pula. Tapi untung kata temen yang udah pernah ke sana, bertahap aja latihannya, nanti badannya adaptasi sendiri dan lama-lama bisa ditambah kelilingnya. (*Meskipun pada akhirnya jogging hanya menjadi wacana sampai pas berangkat pun belum sempat terlaksana :P). 

Jadilah mulai latihan dengan yang gampang dulu. Unduh step-counter dan mulai latihan jalan sebanyak mungkin. Awalnya, 3000 langkah sehari aja udah ngos-ngosan. Ketauan deh jarang olah raganya haha. Terus kalau targetnya tercapai, si aplikasinya nawarin untuk nambah target 500 langkah. Begitu seterusnya.

Persiapan perlengkapan juga mulai dicicil, dan salah satunya yang penting banget adalah sepatu trekking. Sepatu untuk trekking ini ga bisa pakai sepatu lari atau sepatu olah raga biasa, karena medannya tidak ringan, dan akan dipakai jalan berjam-jam, selama berhari-hari secara terus-menerus. Jadi memang harus memakai sepatu untuk naik gunung yang serius. Sebelum benar-benar dipakai di sana, sepatu ini harus sering dipakai dulu agar sudah nyaman dan sesuai dengan kaki kita ketika praktek di lapangannya. You don’t want to walk long hours for days with aching feet. Awalnya sempat deg-degan salah ukuran atau salah pilih sepatu, karena ketika pertama dicoba dipakai, kok sakit & tidak nyaman ya? Tapi ternyata memang setelah sering dipakai, si sepatu mulai jadi terasa lebih empuk dan nyaman.

Latihan naik gunung pun sempat dicoba ke Gunung Gede, meskipun skalanya mendekati pun belum dengan medan di Nepal.

Untuk trip ini saya berdelapan bersama ibu dan om tante saya. Perjalanan ini total memakan waktu sekitar 15 hari, dari 20 Oktober 2018-3 November 2018.

Untuk apply visa, sebenarnya bisa visa on arrival, tapi kita dapat info juga bahwa bisa isi online dulu, diprint, jadi nanti pas nyampe bisa lebih cepet prosesnya. Tapi ternyata ga perlu juga dan jadinya tetep visa on arrival biasa aja. Biayanya bervariasi tergantung berapa lama kita berencana di sana. Untuk 15 hari harganya 25 USD. Info lengkapnya bisa dibaca di sini.

Itinerary yang disepakati dengan travel agent yang di sana:

  • [day 1–Oct 21st] Arrival at Kathmandu airport and transfer to the hotel in Kathmandu and trekking preparation day. Overnight at Kathmandu.
  • [day 2–Oct 22nd] Kathmandu – Lukla (2840 m), trek to Phakding (2610 m) {Breakfast + Lunch + Dinner — B+L+D covered}
  • [day 3–Oct 23rd] Phakding – Namche Bazaar (3440 m). {B+L+D}
  • [day 4–Oct 24th] Namche Bazaar: visit around interesting places. {B+L+D}
  • [day 5–Oct 25th] After breakfast trek to Tengboche (3800 m). {B+L+D}
  • [day 6–Oct 26th] Tengboche to Namche. (about 5-6 hours). Overnight at Namche. {B+L+D}
  • [day 7–Oct 27th] Namche to Phakding (about 4-5 hours). Overnight at Phakding. {B+L+D}
  • [day 8–Oct 28th] Phakding to Lukla. After breakfast slowly trek back to Lukla (about 4 hours). Overnight at Lukla. {B+L+D}
  • [day 9–Oct 29th] Lukla-Kathmandu. Morning flight back to Kathmandu. Flight depends on weather. After arrival at Kathmandu, getting picked up and transfer to hotel, and then free to go sightseeing. Overnight at Kathmandu. {B}
  • [day 10–Oct 30th] Morning flight to Pokhara, then transfer to hotel in Pokhara, and then sightseeing and taking photographs with the guide. Overnight at Pokhara. {B}
  • [day 11–Oct 31st] Early morning visit to sunrise point for photoshoot then back to hotel for breakfast and start sightseeing around Pokhara. Overnight at Pokhara. {B}
  • [day 12–Nov 1st] Morning flight to Kathmandu then start sightseeing, later on, drive to Nagarkot & overnight at Nagarkot. {B+D}
  • [day 13–Nov 2nd] Relaxed day, breakfast then back to Kathmandu. Overnight at Kathmandu. {B}
  • [day 14–Nov 3rd] Departure to your own destination. {B}

Cost details:

  • Trekking cost for Everest region: US$ 870 per person.
  • Kathmandu-Pokhara-Kathmandu airfare: US$ 242 per person.
  • Pokhara, Nagarkot tour including hotel and sightseeing: US$ 175 per person.
  • Total cost: US$ 1287 per person min. 8 pax.

Trip Cost Includes:

  • All transfers by private car/van/bus
  • Hotel in Kathmandu, Pokhara, and Nagarkot, minimum 3 star level, with breakfast
  • Basic room accomodation during the trekking
  • English-speaking trekking guide and local guide for tour
  • Porters: 1 porter for 2 members of the group during the trekking
  • Domestic airfare (Ktm-Lukla-Ktm), also for guide too
  • All of your standard meals during (breakfast, lunch, dinner) during the trekking.
  • Daily fresh fruits
  • Cup of tea/coffee for every meals
  • Trekker’s Information management system (TIMS) card fee
  • Sagarmatha National Park fees.
  • Sleeping bag, down jacket (if needed) & duffle bag by the company
  • Staff insurance, medication and equipment
  • First aid kit & special care
  • Rescue arrangements for the clients
  • All Govt. and local taxes
  • Trekking certificate from Destination Unlimited

Trip cost excludes:

  • International airfares
  • Travel / trekking insurance
  • Sightseeing entrance fees in Kathmandu and Pokhara
  • Nepal entry visa fees
  • Mountain rescue charges or insurance
  • Bottled drinks and hot drinks (coffee & tea) on trek
  • Lunch and dinner during your stay in Kathmandu
  • Additional food or drink on trek in addition to three standard meals
  • Personal expenses, emergency expenses, road blocked, snacks, desserts, etc.
  • Khumbu tax 20$
  • Tips, hot showers

Perlengkapan yang dibawa terbagi menjadi perlengkapan selama di Kathmandu (perlengkapan di kota) dan perlengkapan trekking.

20 Oktober 2018, Kathmandu. Hari pertama sampai di sini udah malam jam 9. Kami dijemput oleh Ashok dari Destination Unlimited Treks (yang ngurusin kami selama di Nepal), dan masing-masing dikalungin bunga haha, officially getting the tourist feel. Dari bandara langsung ke penginapan Kathmandu Madhuban Guest House, nyampe sekitar jam 10 malem dan langsung istirahat. Untuk yang penginapan pertama ini kita urus sendiri karena janjian awal dengan Ashok itu kita baru dateng tanggal 21 Oktober. Sesampainya kami di penginapan, kita perlu nunjukin paspor dan isi formulir sebelum diproses check innya. Setelah itu dikasih kuncinya & bisa langsung istirahat di kamar.

21 Oktober 2018. Waktu itu mesen kamarnya tanpa sarapan, jadi besoknya kita sarapan di French Bakery Kathmandu di serong seberang penginapan. Ada stiker Tripadvisornya dan ternyata memang enak dan mengenyangkan hehe. Abis sarapan akan langsung check out & ke kantornya Ashok untuk nuker ke Nepali Rupee dan finalisasi administrasi dll.  Setelah sarapan, karena kantornya Ashok relatif dekat dari si penginapan, bisa jalan kaki dari penginapan pertama. Koper-kopernya? Ga dibawa pakai mobil, tapi pakai becak. Beberapa becak? Nope. Satu becak untuk bawa koper delapan orang. Epic.

becak super
Becak super

Sementara si becak super menuju penginapan kami berikutnya, kami diantar oleh Dev (guide yang akan memandu kami selama perjalanan kami di Nepal) ke kantor Destination Unlimited Treks. Di sana, kami melunasi pembayaran + menukar USD dengan Nepali Rupee (NPR), dan membeli kartu sim lokal untuk digunakan selama di Nepal. Harga kartu simnya sendiri relatif murah, sekitar 150 NPR kalau tidak salah (sekitar Rp19.500,-). Untuk membeli kartu sim, kita perlu menunjukkan paspor dan menyiapkan pasfoto serta mengisi formulir terlebih dahulu. 150 NPR itu harga kartu simnya aja, untuk paket datanya perlu beli lagi. Waktu itu sebagian besar kami pilih paket 5GB yang rasanya cukup untuk 2 minggu, seharga sekitar 600 NPR (Rp78.000,-) kalau tidak salah.

Selesai isi paket data & kelengkapan administrasi, dilanjut makan siang, terus kita mengunjungi Hanuman-Dhoka Durbar Square, salah satu situs bersejarah di Kathmandu yang merupakan kompleks berisi berbagai kuil, baik kuil Hindu maupun kuil Buddha. Sebagian besar dari kuil-kuil tersebut dibangun pada abad ke-12 hingga 18. Di kompleks inilah raja-raja Nepal dahulu dinobatkan. Hingga awal abad ke-20, Hanuman Dhoka Durbar Square ini merupakan kediaman sang raja. Sekarang Nepal sudah tidak dipimpin seorang raja, melainkan presiden.

Hanuman-Dhoka Durbar Square.jpg
Hanuman-Dhoka Durbar Square

Sorenya kita packing untuk persiapan terbang ke Lukla untuk memulai trekking. Karena pesawat yang terbang ke Lukla adalah pesawat kecil, jadi bagasinya pun terbatas, hanya 15kg per orang. Destination Unlimited sudah menyediakan duffle bag dan down sleeping bag untuk diisi dengan pakaian dan keperluan selama trekking. Jadi koper dititipkan di hotel, dan berangkat ke Lukla dengan membawa duffle bag serta tas ransel (daypack). Berat duffle bag setelah diisi pun dari saat briefing diminta untuk tidak lebih dari 14 kg per orang, karena nanti yang akan membawakan duffle bag tersebut selama trekking adalah porter, dan porter-porter tersebut juga membawa barang bawaan mereka sendiri, jadi akan menyulitkan sang porter apabila bawaan kami lebih dari 14 kg. Dan akan kena biaya tambahan pula jika overweight saat akan naik pesawat ke Lukla. Malamnya kami membeli makanan di Yangling Tibetan Restaurant di dekat hotel (dari rekomendasi Ashok). Harganya murah, rasanya enak & porsinya mengenyangkan. Dompet aman, perut kenyang. Alhamdulillah 😀

Advertisements

Cara menambah masa aktif kartu Simpati

Mau cek pulsa ke *888# malah muncul notifikasi masa tenggang akan berakhir & diminta segera isi pulsa?

Sudah isi pulsa, masih muncul notifikasi yang sama di *888# ?

Melakukan panggilan telepon & ditelepon tidak bisa?

Untung sampai ke artikel ini & jawabannya adalah tekan *999# lalu OK / Call. Yang saya coba memang agak berbeda urutannya dari artikel tersebut tapi alhamdulillah berhasil. Urutannya waktu saya coba adalah:

  1. Tekan *999#
  2. Sambungkan (tekan OK / Call / logo telepon)
  3. Pilih 8 (Promo lain)
  4. Pilih 8 (Layanan lain)
  5. Pilih 3 (Paket Masa Aktif)
  6. Pilih sesuai lama masa aktif yang diinginkan (pastikan pulsa cukup untuk memilih masa aktif yang diinginkan, minimal 5 ribu rupiah).
  7. Selesai, setelah konfirmasi paket yang dipilih, akan masuk sms notifikasi yang menyebutkan berapa lama perpanjangan masa aktif yang didapat serta lama berlalu masa aktif kartunya. Dan nomornya sudah bisa digunakan seperti biasa.

 

Semoga bermanfaat 😀

Drama (Visa) Korea

Siapapun yang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan Korea, saat ada kesempatan untuk datang ke sana tentu akan langsung mengambilnya kan?

Saya pun begitu dapat tawaran untuk sekalian ikut sama ibu saya karena beliau ada seminar di sana pun langsung semangat dan ingin langsung bilang, “Iya aku ikut! :D”.

Nah masalahnya, kontrak kerja saya itu menyebutkan bahwa jika mengambil izin tidak masuk cukup banyak (lebih dari dua hari kerja) dalam satu bulan, maka akan diminta berhenti bekerja. Sementara itinerary untuk perjalanan ini membutuhkan izin lebih dari 2 hari kerja karena berangkat tanggal 8 Desember dan pulang tanggal 13 Desember. Jadi dengan berat hati saya tolak tawaran itu.

Selang beberapa minggu, tepatnya H-10 sebelum jadwal keberangkatan ibu & rekan-rekan beliau, saya kembali terpikir tentang Korea dan merenungkan, “Kapan lagi ada kesempatan seperti ini? Kalau ngga ikut sekarang, nanti kebayang-bayang terus nyesel & galau kan ga lucu ya.”

Akhirnya biarpun rada nekat, pagi itu saya langsung menanyakan pada ibu saya apakah kalau saya jadi ingin ikut masih bisa. Berhubung yang berangkat ternyata cukup banyak (sekitar 30 orang), digunakanlah jasa travel agent Obaja Tour. Jadi ibu saya langsung menanyakan ke contact person agen tersebut, (PJ).  Pak PJ menjawab bahwa tiket pesawat untuk grup sudah issued dan jika dapat pun kemungkinan akan sulit untuk mendapatkan harga promo grup, namun akan diusahakan terlebih dahulu. Saya pun langsung mendapat forward persyaratan untuk membuat visa korea, dan berikut ini perinciannya. Saya pun langsung dikirimi persyaratan untuk membuat visa Korea sebagai berikut:

Persyaratan membuat visa Korea dari travel agent:

  1. Paspor Asli Baru yang masih berlaku 7 (tujuh) bulan + Paspor Lama.
  2. Surat sponsor di atas kop surat perusahaan atau di atas materai 6000 ( dalam bahasa Inggris ).
  3. Fotocopy SIUP ( jika pemilik ).
  4. Photo ukuran 3.5 x 4.5 = 2 lembar berwarna latar belekang putih.
  5. Fotocopy Bukti keuangan 3 (tiga) bulan terakhir ( Tabungan / Rekening koran ).
  6. Referensi Bank.
  7. SPT PPH 21 ( laporan pajak tahunan ) wajib melampirkan jika paspor tersebut jarang berpergian.
  8. Fotocopy Kartu Keluarga.
  9. Fotocopy Akte Perkawinan / Akte Nikah.
  10. Fotocopy KTP.
  11. Fototocopy Akte lahir anak ( jika ikut ).
  12. Fotocopy Kartu pelajar / Surat keterangan sekolah anak ( jika ikut ).
  13. Surat Undangan ( jika bisnis ).

Pengurusan tiket dan visa saya serahkan pada pihak travel karena saya berdomisili di luar Jakarta. Luar biasa deg-degan karena Pak PJ sudah khawatir visanya tidak sempat karena beliau bilang biasanya mengurus visa butuh 7 hari kerja, apalagi di blog-blog yang saya baca bahkan ada yang sampai 2 minggu baru selesai.

Kalau memang baru selesai dalam 7 hari kerja tentu sudah tidak memungkinkan lagi bagi saya untuk ikut. Saya mencoba membuka website kedutaan Korea di Indonesia, dan berikut keterangan dari kedutaan Korea untuk visa wisata:

A. Pendaftaran dan Pengambilan Visa

  • Pengajuan Aplikasi Visa : 09.00~11.30
  • Pengambilan Visa : 13.30~16.30
  • Lama Proses Pembuatan Visa : Minimal 4 Hari Kerja, dihitung satu hari setelah hari penyerahan dokumen ( Proses bisa lebih dari 4 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan)
  • Selama Proses Pembuatan Visa, Paspor tidak boleh dipinjam

B.Biaya Pembuatan Visa

  • Single Visa (Visa kunjungan dibawah 90 hari) : Rp. 544.000,-
  • Single Visa (Visa kunjungan diatas 90 hari) : Rp. 816.000,-
  • Multiple Visa (Berlaku untuk 5 tahun) : Rp. 1.224.000,-
  • Double Visa (2 kali masuk dan Berlaku untuk 6 bulan) : Rp. 952.000,-
  • Biaya visa tidak dapat dikembalikan apabila dibatalkan proses pengajuannya atau visa ditolak oleh pihak Kedubes Korea

C. Persyaratan Dokumen

  1. Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
  2. Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
  3. Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
  4. Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja
  5. Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
  6. Fotokopi Bukti Keuangan:
        * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21)
    * Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank

** Untuk tipe visa C-3 Multiple silahkan untuk melihat persyaratan Multiple Visa
** Jika berstatus mahasiswa harus melampirkan surat keterangan mahasiswa dan bukti keuangan orang tua
** Ibu rumah tangga dan yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga
** Bagi pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari Employernya (surat keterangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan)

** Dokumen yang telah dilampirkan jika dianggap masih belum lengkap oleh Consul maka pihak Kedubes Korea berhak untuk meminta tambahan dokumen

Surat keterangan kerja adalah surat (berbahasa Inggris) dari tempat kerja (dengan kop dan cap resmi tempat kita bekerja) yang menyatakan bahwa kita memang bekerja di tempat tersebut dan tujuan kita ke Korea adalah untuk wisata dan bukan mencari kerja di Korea.

Rekening koran 3 bulan terakhir dan surat referensi bank menyatakan jumlah tabungan kita di bank, dari beberapa blog yang saya baca, sebaiknya minimal saldonya kurang lebih adalah 1,5 juta dikali jumlah hari kita berlibur di sana. Hal ini untuk meyakinkan pihak Korea bahwa kita tidak akan tiba-tiba kehabisan uang lalu “menggembel” di sana.

Untuk surat referensi bank, karena tabungan saya di Bank BNI Syariah, maka saya perlu membuat surat permintaan bermaterai dengan tujuan memenuhi persyaratan visa untuk berangkat ke Korea. Biayanya 150 ribu rupiah dan sudah selesai keesokan harinya. Meskipun kalau menabung pun bisa lewat Bank BNI juga, namun untuk surat referensi ini tetap harus ke Bank BNI Syariahnya.

Setelah mendapat info dari website resmi kedutaan Korea bahwa pembuatan visa paling cepat adalah 4 hari, harapan kembali muncul dan saya putuskan untuk tetap mencoba nekat mendaftar visa dengan waktu ekstra sempit.

Sebagian besar dokumen sudah ada tanggal 28 November, tinggal surat keterangan kerja dan referensi bank yang baru bisa ada tanggal 29 November. Atasan yang saya butuhkan tanda tangannya sedang berada di luar negeri dan baru kembali ke kantor pada tanggal 29 November, dan tidak dapat diwakilkan oleh orang lain yang hadir di kantor karena cap resmi kantor pun dipegang oleh beliau, sementara surat referensi bank memang tidak bisa jadi di hari yang sama karena harus dibuat di kantor pusatnya (yang saya datangi adalah kantor cabangnya) serta baru akan bisa diambil di atas jam 12 siang.

Jam buka penerimaan pengajuan visa di kedutaan adalah sampai pukul 11.30 siang, belum termasuk hitungan lama perjalanan dari kantor travel agent ke kedutaan.

Dengan paket yang baru bisa dikirim tanggal 29, berarti perkiraan sampai di travel agent tanggal 30, dan jika sampainya siang berarti baru akan diajukan ke kedutaan tanggal 1, dan paling cepat jika visa jadi dalam 4 hari adalah tanggal 7 (tanggal 3 & 4 adalah hari Sabtu & Minggu), sementara jadwal keberangkatan adalah tanggal 8.

Yang membuat semakin deg-degan adalah, laporan status dari jasa pengiriman barang menyebutkan bahwa paket saya baru diterima tanggal 30 malam, sementara kantor travel hanya buka hingga jam 5 sore. Dan pada keterangan tertulis penerima adalah rekan kantor.

Pak PJ menyampaikan bahwa setelah diusahakan ternyata sudah tidak terdapat tiket dengan maskapai, jadwal, dan harga yang sama untuk saya. Saat saya coba mencari tiket sendiri sempat menemukan tiket dengan jadwal sama, namun beberapa menit kemudian pun habis. Akhirnya Pak Pj mendapat tiket dengan maskapai berbeda dengan transit terlebih dahulu.

Sebenarnya dengan visa yang masih belum pasti, dan jadwal & maskapai berbeda, saya pikir lebih baik tidak usah dibeli terlebih dahulu tiketnya dan menunggu kepastian visa terlebih dulu, baru pesan tiket pesawatnya. Karena jika ternyata visa ditolak, tiket pesawat akan hangus karena memang sudah sangat dekat dengan hari keberangkatannya.

Lalu saya mendapat kabar bahwa Pak PJ berhasil mendapat tiket dengan maskapai, harga, & jadwal yang sama dengan rombongan seminar. Jadi segeralah ditransfer biaya tiket sambil deg-degan dan berdoa semoga permohonan visa diterima dan tiket pesawatnya tidak hangus.

Bagusnya, kita bisa mengecek status visa Korea kita secara online.

Begitu sampai di homepagenya, pilih “Check Application Status”.

korea-visa-check-2

Pilih “Diplomatic office” pada bagian “Type of applications“, lalu pada bagian “Select”, kita bisa memilih ingin mengecek melalui apa.

korea-visa-check-3

Kita bisa memilih lewat nomor aplikasi saat pendaftaran di kedutaan, lewat nomor resi pembayaran, atau lewat nomor paspor.

korea-visa-check-4

Karena pengurusan visa saya dibantu oleh travel dan saya tidak tahu nomor aplikasi maupun nomor resinya, saya pilih pengecekan lewat nomor paspor.

Setelah mengisi nomor paspor di kolom yang tersedia, isi nama kita sesuai paspor dengan nama belakang terlebih dahulu, lalu masukkan tanggal lahir kita di kolom yang tersedia, lalu klik search. Maka akan terlihat status pengajuan visa kita apakah sudah masuk dan sedang diproses atau sudah disetujui.

Visa ibu saya disetujui dalam 4 hari, lumayan melegakan, tapi tetep aja saya deg-degan untuk visa saya sendiri karena kemungkinan lebih dari 4 hari pun masih ada. Akhirnya di hari ke-4 setelah pendaftaran saya cek, dan… Alhamdulillaaaaaaaah visa saya diterima! Kata “approved” di kolom status visa serasa menjadi kata terindah di hari itu & beban rasanya terangkat semua. Hahaha..

Akhirnya saya berhasil ikut berangkat ke Korea dengan visa yang baru jadi H-1 sebelum keberangkatan XD.

And I thank God for guiding me to bring my passport that D-10 morning  :”)

Weather Boost

I never thought that nice weather could be such a powerful mood booster! 😃

For the last few weeks I’ve been feeling very not in the mood and lost enthusiasm in doing things. And the rainy and grey-skied weather also support the gloomy ambiance. As a result, no mood to do productive things for the last few weeks.

But today, the sky is so gorgeously clear and blue since morning, the breeze gently caresses throughout the day, the sun is cheerfully shining, oh such a lovely Sunday! And it exponentially boost my mood and got me pumped to finish my to-do list and be productive!

Aah, thank you soo much for this blissful Sunday, dear God! 😘☀️🌸

Smile

Even just a sincere cheerfulness & smile from the postman who delivered my package can turn my blue day into such a warm & fuzzy one.

Do not underestimate the power of your smile.

You’ll never know who might thank you because your smile just made their day. So keep smiling and spread the joy, shall we? 😊